top of page
pruebahome.png

Cage-Free Tracker 
Asia (2025)

Melacak kemajuan perusahaan dalam pengadaan telur bebas sangkar di seluruh sektor pangan Asia.

MENIADAKAN SANGKAR

Asia merupakan rumah bagi hampir 65% produksi telur dunia, skala yang sebagian besar dibangun di atas sistem sangkar baterai intensif yang sangat membatasi perilaku alami ayam dan menimbulkan kekhawatiran serius terkait etika dan kesehatan masyarakat. Dalam sangkar konvensional, ayam seringkali memiliki ruang yang lebih kecil dari selembar kertas A4, sehingga mereka tidak dapat sepenuhnya merentangkan sayap, bersarang, bertengger, atau mencari makan, kondisi yang menyebabkan frustrasi, stres, dan masalah kesehatan serius. Terlepas dari meningkatnya komitmen di seluruh wilayah, produksi berbasis sangkar masih mendominasi, dan kesenjangan implementasi dan transparansi tetap terlihat jelas. Karena pilihan Asia akan sangat penting dalam membentuk transisi global menuju sistem bebas sangkar, peniadaan sangkar bukan hanya prioritas kesejahteraan tetapi juga langkah mendesak untuk membangun sistem pangan yang lebih manusiawi, tangguh, dan bertanggung jawab.

cft-covermock.png

KENAPA BEBAS SANGKAR? 

Asia adalah wilayah penghasil telur terbesar di dunia, bertanggung jawab atas hampir 65% produksi global; namun, sebagian besar produksi ini masih bergantung pada sistem sangkar baterai intensif yang sangat membatasi perilaku alami ayam dan menimbulkan kekhawatiran serius terkait etika dan kesehatan masyarakat. Terlepas dari meningkatnya komitmen di seluruh wilayah, produksi berbasis sangkar terus mendominasi, dan kesenjangan transparansi masih terlihat jelas. Cage-Free Tracker Asia Sinergia Animal memantau komitmen ini dan mengukur kemajuan, tetapi perubahan yang berarti sekarang membutuhkan implementasi yang cepat dan konkret serta akuntabilitas yang lebih kuat. Karena semakin banyak perusahaan menghadapi tenggat waktu 2025, transparansi regional akan sangat penting untuk memastikan bahwa janji perusahaan diterjemahkan menjadi peningkatan nyata bagi hewan di seluruh Asia.

Bendera Merah & Oranye: Siapa yang Tertinggal dalam Komitmen Bebas Sangkar?

Saatnya Bertindak

Bergabunglah bersama kami dalam meminta pertanggungjawaban perusahaan-perusahaan ini. Tuntut transparansi dan kemajuan agar kita dapat menciptakan masa depan bebas sangkar. Di Asia, 72 perusahaan menetapkan tahun 2025 atau lebih awal sebagai tenggat waktu untuk implementasi penuh bebas sangkar, tetapi 41 di antaranya masih gagal memberikan laporan khusus Asia atau pembaruan publik apa pun tentang kemajuan mereka.

Bendera Merah*

Perusahaan-perusahaan ini berkomitmen untuk beralih ke sistem bebas sangkar pada tahun 2025, namun tidak memberikan laporan khusus Asia atau pembaruan implementasi. Kurangnya transparansi ini mengkhawatirkan, karena seiring mendekatnya tenggat waktu, jutaan ayam tetap terkurung dalam sistem sangkar intensif. Tanpa kemajuan yang dipublikasikan, komitmen ini berisiko menjadi janji kosong daripada menjadi perbaikan nyata bagi hewan.

chatriumlogo.png
Hyaatt.jpg
isslogo.png
Salad Stop.jpg

Bendera Oranye*

Perusahaan-perusahaan ini melaporkan kemajuan dalam hal peternakan bebas sangkar di tempat lain, tetapi komitmen mereka di Asia masih belum jelas atau tidak didukung oleh data regional. Asia tidak boleh menjadi pengecualian. Sudah saatnya merek-merek ini meningkatkan transparansi dan memastikan janji mereka dipenuhi di semua pasar tempat mereka beroperasi.

GeneralMills.jpg
mandarinlogo.png
Marriot.jpg
McCain.jpg
Melia.jpg
Norwegian.jpg
Wyndham.jpg
mgmlogo.png

Bendera oranye ditempatkan di level D.1 pada laporan, dan bendera merah di level E.

Temuan Utama 2025

95

perusahaan dievaluasi di seluruh Indonesia, india, Jepang, Malaysia, dan Thailand.

10.5%

(10) hanya melaporkan secara regional.

43.2%

(41) hanya melaporkan secara global. 

1 (1).jpg

Partisipasi Berdasarkan Negara

1

India

42 perusahaan; tingkat pelaporan 78,6%; distribusi tingkatan terkonsentrasi di D.1 dan E. Tingkat pelaporan: 78,6% (33 dari 42 perusahaan), Kehadiran multinasional: 42 dari 74 perusahaan multinasional beroperasi di India.

2

Indonesia

57 perusahaan; tingkat pelaporan 75,4%; jumlah tertinggi pemain Tier A. Tingkat pelaporan: 75,4% (43 dari 57 perusahaan), Kehadiran multinasional: 50 dari 74 perusahaan multinasional beroperasi di Indonesia.

3

Jepang

55 perusahaan; tingkat pelaporan 70,9%; banyak perusahaan di D.1 dan E. Tingkat pelaporan: 70,9% (39 dari 55 perusahaan), Kehadiran multinasional: 51 dari 74 perusahaan multinasional beroperasi di Jepang.

4

Malaysia

46 perusahaan; tingkat pelaporan 76,1%; keterlibatan awal tetapi implementasi tingkat atas terbatas. Tingkat pelaporan: 76,1% (35 dari 46 perusahaan), Kehadiran multinasional: 46 dari 74 perusahaan multinasional beroperasi di Malaysia. 

5

Thailand

56 perusahaan; tingkat pelaporan 78,6%; partisipasi tinggi tetapi banyak yang masih dalam tahap awal. Tingkat pelaporan: 78,6% (44 dari 56 perusahaan), Kehadiran multinasional: 53 dari 74 perusahaan multinasional beroperasi di Thailand

4_edited.jpg

DONASI

Sinergia Animal diakui sebagai salah satu Organisasi Non-Pemerintah (NGO) Perlindungan hewan paling efektif di dunia oleh Animal Charity Evaluators.

Donasi kamu akan membantu kami memastikan perusahaan benar-benar menerapkan komitmen terhadap kesejahteraan hewan.


Berapapun jumlahnya, setiap donasi berarti bagi kehidupan hewan!

Anchor 1

PERUSAHAAN DALAM TENGGAT WAKTU TAHUN 2025

bottom of page